Creativity and News Tech

Simple, Fast, and Sharp Information

Inovasi Piranti Lunak, Bekal Indonesia di Persaingan Global November 17, 2007

Filed under: News — intics @ 8:49 am

Jakarta – Microsoft, Senada, dan USAID (United States Agency for International Development) bekerjasama menggelar kompetisi inovasi dalam bidang aplikasi bisnis bagi penduduk Indonesia. Program bernama iMulai itu menjanjikan total hadiah senilai Rp 1 miliar bagi tiga pemenang.

Rinciannya, tersedia hadiah dana pengembangan hingga Rp 220 juta untuk masing-masing pemenang. Kemudian, hadiah berupa teknologi senilai Rp 145 juta yang mencakup perangkat keras dan piranti lunak premium untuk pengembangan software dari Microsoft.

Hadiah tersebut akan diberikan untuk tiga pemenang yang mampu memberikan ide inovasi terbaik. Meski awalnya adalah ide, pemenang harus bisa menyertakan business plan untuk mewujudkannya. Untuk menjadi peserta kompetisi ini bisa dilakukan dengan mendaftarkan diri di situs iMulai.com, kemudian peserta diberi akses untuk mengunduh dokumen proposal teknis dan rencana keuangan untuk dijadikan acuan business plan yang akan diajukan.

Tony Chen, Presiden Direktur Microsoft Indonesia, berharap program ini mampu merangsang tumbuhnya inovasi piranti lunak lokal. Hal itu, paparnya, akan membantu naiknya peringkat Indonesia dalam hal kemampuan bersaing industri teknologi informasi.

Saat ini, papar Tony, Indonesia menduduki posisi ke 57 dari 64 negara dalam hal kemampuan bersaing industri teknologi informasi. Data itu merupakan hasil survei The Economist Intelligent Unit untuk tahun 2007.

Menurut Tony, salah satu cara yang bisa ditempuh untuk meningkatkan peringkat Indonesia adalah dengan memupuk inovasi di bidang piranti lunak. Hal itu yang ingin didorong Microsoft dan USAID melalui iMulai.

Tony juga memaparkan fakta yang diungkapkan kalangan akademisi bahwa 65 persen lulusan terbaik teknologi informasi di Indonesia memilih bekerja di luar negeri. Hal ini, ujarnya, menunjukkan masih kurangnya lapangan kerja di dalam negeri yang bisa menampung mereka.

“Ini juga berarti, lulusan Indonesia tidak memiliki kualitas yang rendah namun justru memiliki kualitas yang cukup baik sehingga dilirik oleh perusahaan di luar negeri,” ia menambahkan.

Program iMulai ini diharapkan mampu menumbuhkan industri di dalam negeri, bukan hanya piranti lunak tapi juga industri lainnya. “Kami mengharapkan munculnya solusi inovasi dan aplikasi yang mampu menunjukkan keragaman budaya di Indonesia. Ini akan membuktikan bahwa Indonesia bisa bersaing dengan India, Singapura, dan negara-negara lainnya,” tutur Robert Cunnane, Deputy Mission Director USAID untuk Indonesia.

Cunnane mengatakan para pemenang seharusnya bisa meniru jejak Microsoft menjadi perusahaan piranti lunak besar. “Microsoft pun dimulai dari perusahaan yang sangat kecil, tapi kini sudah mendunia,” paparnya.

Farid Ma’aruf, Senior Industry Advisor Senada, mengatakan pemenang yang diharapkan adalah yang mampu memberi dampak pada industri. “Apakah itu bisnis yang sudah stabil, asalkan inovasinya mampu memberi efek domino pada industri, itu yang kami harapkan,” ujar Farid.

Senada adalah organisasi yang didanai oleh USAID untuk menjalankan program meningkatkan daya saing industri di Indonesia. Nantinya, setiap peserta iMulai juga akan mendapatkan pelatihan dan workshop untuk meningkatkan daya saing mereka.

Saat ini, ujar Tony, Microsoft memiliki program merangkul pengembang piranti lunak lokal (Independent Software Vendor/ISV) yang bertajuk Bina ISV. Kurang lebih 30 produk mitra Bina ISV telah dipasarkan melalui kerjasama tersebut.

Nantinya, pemenang iMulai juga akan mendapatkan kesempatan memasarkan produknya melalui jalur yang telah dimiliki Microsoft. Selain itu, pihak Senada akan mengawasi pelaksanaan business plan yang telah diajukan.

Microsoft juga memiliki program bertajuk Innovate On bagi mitra ISV-nya. Portal Innovate On memberikan kemudahan bagi mitra ISV dalam bentuk panduan step by step yang sederhana yang bisa dimanfaatkan untuk mempercepat pengembangan piranti lunak.

Program lainnya adalah ISV Empower yang membantu mitra ISV memperkecil biaya pengembangan dan mempercepat produknya dipasarkan. Program ini merupakan Microsoft Partner Program untuk Registered Member dan tidak berlaku bagi Certified Partner dan Gold Partner.

Kemudian, ada program lain bertajuk Student to Business (S2B) yang berfungsi layaknya jembatan antara pihak bisnis dengan pelajar atau mahasiswa. Selain itu ada Imagine Cup, yang diadakan setiap tahun, sebagai kompetisi piranti lunak antar mahasiswa sedunia.

Tony mengatakan sejauh ini partisipasi Indonesia dalam Imagine Cup masih terbilang kecil dengan kisaran peserta pada 500-an orang. Ia berharap nantinya peserta dari Indonesia bisa mencapai 5.000-an orang. Meskipun diakuinya angka itu masih kecil dibandingkan negara lain seperti Brazil yang tahun 2007 mengirimkan 35.000-an peserta Imagine Cup.

Program inovasi lainnya dari Microsoft adalah Microsoft Innovation Center (MIC). Program ini berupa pusat teknologi Microsoft yang digelar di Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, dan Universitas Gajah Mada Yogyakarta

diambil dari Tim – detikinet

http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/11/tgl/17/time/100715/idnews/853839/idkanal/319

Advertisements
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s