Creativity and News Tech

November 17, 2007

mengenal W-Lan

Filed under: Net — intics @ 9:58 am

Mengenal Wireless LAN
—————————–

Wireless Local Area Network (WLAN) adalah jaringan komputer yang menggunakan gelombang radio sebagai media transmisi data. Informasi (data) ditransfer dari satu komputer ke komputer lain menggunakan gelombang radio. WLAN sering disebut sebagai Jaringan Nirkabel atau jaringan wireless.
Proses komunikasi tanpa kabel ini dimulai dengan bermunculannya peralatan berbasis gelombang radio, seperti walkie talkie, remote control, cordless phone, ponsel, dan peralatan radio lainnya. Lalu adanya kebutuhan untuk menjadikan komputer sebagai barang yang mudah dibawa (mobile) dan mudah digabungkan dengan jaringan yang sudah ada. Hal-hal seperti ini akhirnya mendorong pengembangan teknilogi wireless untuk jaringan komputer.
Pada tahun 1997, sebuah lembaga independen bernama IEEE membuat spesifikasi/standar WLAN pertama yang diberi kode 802.11. Peralatan yang sesuai standar 802.11 dapat bekerja pada frekuensi 2,4GHz, dan kecepatan transfer data (throughput) teoritis maksimal 2Mbps. Sayangnya peralatan yang mengikuti spesifikasi 802.11 kurang diterima dipasar. Througput sebesar ini dianggap kurang memadai untuk aplikasi multimedia dan aplikasi kelas berat lainnya.
Pada bulan Juli 1999, IEEE kembali mengeluarkan spesifikasi baru bernama 802.11b. Kecepatan transfer data teoritis maksimal yang dapat dicapai adalah 11 Mbps. Kecepatan tranfer data sebesar ini sebanding dengan Ethernet tradisional (IEEE 802.3 10Mbps atau 10Base-T). Peralatan yang menggunakan standar 802.11b juga bekerja pada frekuensi 2,4Ghz. Salah satu kekurangan peralatan wireless yang bekerja pada frekuensi ini adalah kemungkinan terjadinya interferensi dengan cordless phone, microwave oven, atau peralatan lain yang menggunakan gelombang radio pada frekuensi sama.
Pada saat hampir bersamaan, IEEE membuat spesifikasi 802.11a yang menggunakan teknik berbeda. Frekuensi yang digunakan 5Ghz, dan mendukung kecepatan transfer data teoritis maksimal sampai 54Mbps. Gelombang radio yang dipancarkan oleh peralatan 802.11a relatif sukar menembus dinding atau penghalang lainnya. Jarak jangkau gelombang radio relatif lebih pendek dibandingkan 802.11b. Secara teknis, 802.11b tidak kompatibel dengan 802.11a. Namun saat ini cukup banyak pabrik hardware yang membuat peralatan yang mendukung kedua standar tersebut.
Pada tahun 2002, IEEE membuat spesifikasi baru yang dapat menggabungkan kelebihan 802.11b dan 802.11a. Spesifikasi yang diberi kode 802.11g ini bekerja pada frekuensi 2,4Ghz dengan kecepatan transfer data teoritis maksimal 54Mbps. Peralatan 802.11g kompatibel dengan 802.11b, sehingga dapat saling dipertukarkan. Misalkan saja sebuah komputer yang menggunakan kartu jaringan 802.11g dapat memanfaatkan access point 802.11b, dan sebaliknya.
Ada beberapa istilah yang cukup popular berkaitan dengan wireless. Beberapa di antaranya yaitu:

1. Wi-Fi atau WiFi
Wi-Fi atau Wireless Fidelity adalah nama lain yang diberikan untuk produk yang mengikuti spesifikasi 802.11. Sebagian besar pengguna komputer lebih mengenal istilah Wi-Fi card/adapter dibandingkan dengan 802.11 card/adapter. Wi-Fi merupakan merek dagang, dan lebih popular dibandingkan kata “IEEE 802.11”.

2. Channel
Bayangkanlah pita frekuansi seperti sebuah jalan, dan channel seperti jalur-jalur pemisah pada jalan tersebut. Peralatan 802.11a bekerja pada frekuensi 5,15 – 5,875 GHz, sedangkan peralatan 802.11b dan 802.11g bekerja pada frekuansi 2,4 – 2,497 GHz. Jadi , 802.11a menggunakan pita frekuensi lebih besar dibandingkan 802.11b atau 802.11g. Semakin lebar pita frekuensi, semakin banyak channel yang tersedia.
Setiap channel dapat digunakan untuk mengangkut informasi secara penuh. Pada 802.11a tersedia sampai 8 non-overlapping channel. Masing-masing dapat “dibebani” throughput sebesar 54Mbps, atau total throughput 432Mbps. Sedangkan pada 802.11b/g tersedia 3 non-overlapping channel yang masing-masing dapat “dibebani” throughput sampai 11Mbps, atau total throughput 33Mbps.
Agar dapat saling berkomunikasi, setiap peralatan wireless harus menggunakan channel yang sama. Pengguna dapat mengatur nomor channel saat melakukan instalasi driver atau melalui utiliti bantu yang disediakan masing-masing vendor.

3. MIMO
MIMO (Multiple Input Multiple Output) merupakan teknologi Wi-Fi terbaru. MIMO dibuat berdasarkan spesifikasi Pre-802.11n. Kata ”Pre-” menyatakan “Prestandard versions of 802.11n”. MIMO menawarkan peningkatan throughput, keunggulan reabilitas, dan peningkatan jumlah klien yg terkoneksi. Daya tembus MIMO terhadap penghalang lebih baik, selain itu jangkauannya lebih luas sehingga Anda dapat menempatkan laptop atau klien Wi-Fi sesuka hati. Access Point MIMO dapat menjangkau berbagai perlatan Wi-Fi yg ada disetiap sudut ruangan.
Secara teknis MIMO lebih unggul dibandingkan saudara tuanya 802.11a/b/g. Access Point MIMO dapat mengenali gelombang radio yang dipancarkan oleh adapter Wi-Fi 802.11a/b/g. MIMO mendukung kompatibilitas mundur dengan 802.11 a/b/g. Peralatan Wi-Fi MIMO dapat menghasilkan kecepatan transfer data sebesar 108Mbps.

4. WEP
WEP (Wired Equivalent Privacy) merupakan salah satu fitur keamanan/sekuriti yang bersifat build-in pada peralatan Wi-Fi. Keamanan merupakan masalah yang serius bagi pengguna Wi-Fi akibat gelombang radio yang dipancarkan adapter Wi-Fi dapat diterima oleh semua peralatan Wi-Fi yang ada di sekitarnya (atau gedung di sebelahnya). Tentu saja kondisi semacam ini sangat rawan krn informasi dapat “ditangkap” dengan mudah. Oleh sebab itu Wi-Fi dibuat dengan beberapa jenis enkripsi : 40 bit, 64 bit, 128 bit dan 256 bit. Pengguna WEP akan meningkatkan keamanan data yang ditransfer meskipun konsekuensinya penurunan throughput data.

5. SSID
SSID (Service Set IDentifier) merupakan identifikasi atau nama untuk jaringan wireless. Setiap peralatan Wi-Fi harus menggunakan SSID tertentu. Peralatan Wi-Fi dianggap satu jaringan jika mengunakan SSID yang sama. Agar dapat berkomunikasi, setiap perlatan wireless haruslah menggunakan SSID dan channel yang sama. SSID bersifat case-sensitive, penulisan huruf besar dan huruf kecil sangat berpengaruh.

6. SES
SES merupakan singkatan dari SecureEasySetup. SES merupakan jawaban terhadap kesulitan setup security jaringan yg selama ini dirasakan sejumlah kalangan. Hanya dengan menekan satu tombol, SES secara otomatis memberikan SSID dan kode sekuriti ke router dan adapter serta menerapkan security WPA (Wireless Protected Access). Untuk menggunakan SES, pengguna hanya perlu menekan tombol SES pada router, lalu pada client, dan selanjutnya kedua perangkat akan membuat sebuah jalur komunikasi yang aman.

Membuat Window XP menjadi ROUTER

Filed under: Net — intics @ 9:54 am

Membuat Window XP menjadi ROUTER?

Mungkinkah?

Jawabnya : Mungkin / Pasti Bisa

Jika Anda memiliki 2 segmen jaringan, Anda dapat menggunakan Win2000 Pro / WinXP Pro sebagai router untuk kedua segmen tersebut.

Syarat:
1. Minimal memiliki 2 Kartu Jaringan (LAN-CARD / NIC).
2. Konfigurasi IP Address pada masing-masing kartu jaringan.
3. Konfigurasi IP tersebut sebagai Default Gateway.

Contoh:
- Segment A – 192.168.0.0/24
- Segment B – 192.168.1.0/24

(/24 maksudnya 255.255.255.0 – lihat informasi CIDR)

- NIC A – 192.168.0.1 < menjadi Default Gateway untuk Segmen A
- NIC B – 192.168.1.1 < menjadi Default Gateway untuk Segmen B

Selanjutnya konfigurasi IP Routing untuk kedua segmen.

Ingat…!!!
Fitur ini tidak dapat dikonfigurasi melalui interface GUI baik di Win2000 maupun WinXP…
Jadi… Anda perlu mengedit REGISTRY.

Caranya:
1. Run > Regedit.
2. Meluncurlah ke : HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\Tcpip\Parameters
3. Ubah nilai “IPEnableRouter” menjadi 1
3. Tutup Regedit.
4. Restart PC.

Melumpuhkan Access Point dengan Void11 —

Filed under: Net — intics @ 9:52 am

Melumpuhkan Access Point dengan Void11 –

Author : lirva32
Email : lirva32 [at] yahoo [dot] com

Wah, lirva32 mau ngajarin iseng2 nih… kali ini lirva mau melakukan DoS pada Access Point…
Jadi nanti AP akan dibanjiri dengan paket2 data… kalo udah banjir tuh AP bakalan ngedrop..
Gimna caranya…?? nanti dulu… lirva mau menjelaskan aplikasinya dulu….

Void11
Void11 merupakan salah satu aplikasi yang digunakan unutk melakukan mass flooding terhadap Access Point.
Void11 memiliki jenis metode attack, yaitu :

1. Deauthenticate Clients (default mode)
Dengan metode ini, void11 akan melakukan flooding WLAN dengan ‘deauthentication packets’ sehingga
client yang terautentikasi didalam jaringannya akan ngedrop dan terputus dari jaringan WLAN.

2. Authentication Flood
Dengan metode ini, void11 akan melakukan flooding ke Access Point dengan ‘authentication packets (random client MACs)’

3. Association Flood
Dengan metode ini, void11 akan melakukan flooding dengan association packets (random client MACs)

Persiapan :
+ komputer | laptop yang udah ada wificard dengan chipset Prism.
+ Lakukan Wardriving utk mendapatkan MAC Address + SSID AP si target
+ Donlod void11 dari : http://lirva32.org/images/void11-0.2.0.tar.bz2
+ Konfigurasi :

cd /tools/wifi/void11-0.2.0/console

iwconfig wlan0 mode master

iwpriv wlan0 hostapd 1

./void11_hopper

alternatif void_hopper mode juga bisa meprgunakan :

iwconfig wlan0 channel 6 (set card to channel 6)

Penggunaan :
void11_penetration [interface] -D -s [type of attack] -s [station MAC] -S [SSID] -B [BSSID]

Penyerangan :
Misalkan saja kita ingin melakukan penyerangan terhadap sebuah AP, maka saya awali dulu dengan melakukan wardriving…biasanya saya mepergunakan kismet.
Dari hasil wardriving saya mendapatkan :

SSID : linksys
mAC : 00:06:BF:64:AB:35

Siapakan penyerangan sbb :
void11_penetration wlan0 -D -t 1 -S linksys -B 00:06:BF:64:AB:35

Membuka Akses Firewall Melalui Network

Filed under: Net — intics @ 9:39 am
Portknocking adalah merupakan salah satu metode dalam network security
yang digunakan untuk membuka sebuah port yang tertutup atau membuka akses firewall
dan mengizinkan knocker masuk kedalam port yang dituju melalui pengirimkan
packet-packet tertentu ke server/firewall tujuan.

[ Cara Kerja PortKnocking ]

           [SERVER]  [FIREWALL]                     [CLIENT]
               |         |                             |
               |         |                             |
               |         |                             |
               |         |                             |
               -         |     <-----------[SYN:22]    |
             [22]        |                             |
               -         | [DENY] ---------------->    |
               |         |                             |
               |         |                             |

                         [CONNECTION BLOCK PORT 22]

                         [PORTKNOCKING IN ACTION]

           [SERVER]  [FIREWALL]                     [CLIENT]
               |         |                             |
               |         |   <-----------[SYN:100] [1] |
               |         |   <-----------[SYN:200] [2] |
               |         |   <-----------[SYN:300] [3] |
               -         |                             |
              [22]           <-----------[SYN:22] [4]  |
               -         |                             |
               |         |                             |
               |         |                             |

      NOTE :

       -- Pada Ilustrasi pertama Firewall memblock packet dengan tujuan SSH[22] kedalam Server
       -- Sedangkan ilustrasi kedua Client mengirimkan Packet Knocking ke
          Firewall dengan tujuan Port 100,200,300 secara bergantiani,Karena
          Pada Firewall sudah di setting Parameter untuk knocking server,
          maka firewall akan membukaan akses dari client menuju Server
          dengan tujuan port SSH[22].

[ Konfigurasi Portknocking ]

       Sebenarnya ada banyak tools untuk mengimplemtasikan portknocking ini
dari yang mudah menggunakan, sampai yang sulit.Kebanyakan dari tools tersebut
menggunakan metode Single Packet Authorization [SPA]. SPA ini adalah teknik
mengirimkan packet tertentu kedalam portknocking server,biasanya packet yang
di kirimkan telah di Encrypt.Untuk SPA ini menggunakan metode Client-Server
dimana tools untuk Knocking berada di sisi Client dan Server. 

	Karena Pada tulisan ini berjudul Simple Portknocking maka saya akan
menggunakan cara paling sederhana untuk membuat Portknocking server dan
cara untuk memasukinya.

Contoh :

Misal :

- Port SSH[22] pada Server terbuka
- Firewall Memblock semua traffic menuju Port SSH[22]

Q  : Bagaimana cara nya agar kita dapat masuk kedalam Port SSH[22] pada Server
     dengan Rules Firewall yang di Block semua dan Membuat Firewall mengizinkan
     kita untuk mengakses Port SSH[22] Server ???
A  : Jawaban nya menggunakan Metode Portknocking dimana hanya kita yang
     mengetahui bagaimana cara firewall membukakan pintu agar kita bisa
     masuk kedalam Port SSH[22] Server.

Skenario I

       Pada skenario ini kita akan menggunakan iptables untuk membuat rules
portknocking dan Port Knocking yang akan di gunakan untuk knock adalah port 1,2,3,4

+--- Scripts ----
|
|   HOST_IP="[ip server]"
|   /sbin/iptables -A INPUT -s 0/0 -d 0/0 -j DROP
|   /sbin/iptables -N PHASE2
|   /sbin/iptables -A PHASE2 -m recent --name PHASE1 --remove
|   /sbin/iptables -A PHASE2 -m recent --name PHASE2 --set
|   /sbin/iptables -A PHASE2 -j LOG --log-prefix "INTO PHASE2: "
|   /sbin/iptables -N PHASE3
|   /sbin/iptables -A PHASE3 -m recent --name PHASE2 --remove
|   /sbin/iptables -A PHASE3 -m recent --name PHASE3 --set
|   /sbin/iptables -A PHASE3 -j LOG --log-prefix "INTO PHASE3: "
|   /sbin/iptables -N PHASE4
|   /sbin/iptables -A PHASE4 -m recent --name PHASE3 --remove
|   /sbin/iptables -A PHASE4 -m recent --name PHASE4 --set
|   /sbin/iptables -A PHASE4 -j LOG --log-prefix "INTO PHASE4: "
|   /sbin/iptables -A INPUT -m recent --update --name PHASE1
|   /sbin/iptables -A INPUT -p tcp --dport 1 -m recent --set --name PHASE1
|   /sbin/iptables -A INPUT -p tcp --dport 2 -m recent --rcheck --name PHASE1 -j PHASE2
|   /sbin/iptables -A INPUT -p tcp --dport 3 -m recent --rcheck --name PHASE2 -j PHASE3
|   /sbin/iptables -A INPUT -p tcp --dport 4 -m recent --rcheck --name PHASE3 -j PHASE4
|   /sbin/iptables -A INPUT -p tcp -s 0/0  -d $HOST_IP --dport 22 -m recent --rcheck --seconds 5 --name PHASE4 -j ACCEPT
|   /sbin/iptables -A INPUT -p tcp --dport 22 -m state --state NEW -j REJECT
|
+--- Scripts ----

       Setelah menjalankan rules iptables pada firewall selanjut nya
melakukan ujicoba dengan melakukan telnet menuju port 1,2,3 dan 4 lalu
melakukan ssh kedalam server.

+--- Code ----
|
|   #!/bin/bash
|   echo Please, enter your Ip Server :
|   read ipserver
|   alias k='telnet $ipserver'
|   for i in `seq 1 4`;
|       do
|       k $i
|    done
|    ssh $ipserver
|
+--- Code ----

       Saya mempunyai beberapa ide salah satunya adalah portknocking dengan
menggunakan salah satu IP header yaitu TOS [Type Of Service] sebagai kunci
untuk menjalankan SSH Service pada Server.

	Berikut contoh code nya :

+------------------- code -------------------------------
|
| #!/usr/bin/perl -w
|
| use strict;
| use NetPacket::IP qw(:flags);
| use Net::PcapUtils;
| use NetPacket::Ethernet qw(:strip);
| sub process_pkt {
|   my ($arg, $hdr, $pkt) = @_;
|   my $ip_obj   = NetPacket::IP->decode(eth_strip($pkt));
|    if ($ip_obj->{tos} == 10) {
|     system("/etc/init.d/ssh start");
|     }
|     }
|
| Net::PcapUtils::loop(\&process_pkt, FILTER => 'ip');
|
|
+------------------- code --------------------------------

       Cara kerja script di atas adalah dengan mengcapture packet-packet yang
masuk kedalam server lalu mengambil IP Header berupa TOS. Jika TOS nya adalah 10
maka script akan menjalankan service SSH. Secara Default Semua Packet IP
mempunyai nilai TOS 0.

Q : Bagaimana cara untuk merubah TOS sebuah packet ??
A : Untuk merubah TOS sebuah packet yang mudah adalah menggunakan
    command ping pada LINUX

	Dengan ping kita bisa berubah TOS Quality nya.
   	+----
        | command : ping [target] -Q [tos]
   	| contoh  : ping 172.100.100.12 -Q 10
        +----

Dengan Menggunakan tcpdump untuk melihat TOS sebuah packet

+--- Result ----
|
|   #tcpdump -nXvs 1514 icmp
|   00:00:43.984614 IP (tos 0xa,ECT(0), ttl  64, id 0, offset 0, flags [DF], proto: ICMP (1), length: 84) 10.100.17.127 > 10100.17.143: ICMP echo request, id 12641, seq 1, length 64
|   0x0000:  450a 0054 0000 4000 4001 1382 0a08 097f  E..T..@.@.......
|   0x0010:  0a08 098f 0800 3509 3161 0001 8874 8e46  ......5.1a...t.F
|   0x0020:  8ad6 0500 0809 0a0b 0c0d 0e0f 1011 1213  ................
|   0x0030:  1415 1617 1819 1a1b 1c1d 1e1f 2021 2223  .............!"#
|   0x0040:  2425 2627 2829 2a2b 2c2d 2e2f 3031 3233  $%&'()*+,-./0123
|   0x0050:  3435 3637                                4567
|   00:00:44.017532 IP (tos 0xa,ECT(0), ttl  64, id 51381, offset 0, flags [none], proto: ICMP (1), length: 84) 10.100.17.143 > 10.100.17.127: ICMP echo reply, id 12641, seq 1, length 64
|   0x0000:  450a 0054 c8b5 0000 4001 8acc 0a08 098f  E..T....@.......
|   0x0010:  0a08 097f 0000 3d09 3161 0001 8874 8e46  ......=.1a...t.F
|   0x0020:  8ad6 0500 0809 0a0b 0c0d 0e0f 1011 1213  ................
|   0x0030:  1415 1617 1819 1a1b 1c1d 1e1f 2021 2223  .............!"#
|   0x0040:  2425 2627 2829 2a2b 2c2d 2e2f 3031 3233  $%&'()*+,-./0123
|   0x0050:  3435 3637                                4567
|
+--- Result ----

[ Catatan ]

   - tos 0xa = tos 10
   - Cara di atas merupakan cara sederhana dari sebuah portknocking,
     sehingga semua packet data masih dapat di capture dan dibaca secara jelas.
   - SIlakan melakukan experimen sendiri sesuai dengan kebutuhan anda.

[ Penutup ]

       Selamat mencoba menggunakan metode portknocking ini, semoga artikel
ini dapat berguna bagi kita semua.

[ Referensi ]

- Port Knocking and Other Uses of 'Recent Match' : http://www.shorewall.net/PortKnocking.html
- Portknocking  : http://portknocking.org
- Assemble and disassemble IP (Internet Protocol) packets : http://search.cpan.org/~atrak/NetPacket-0.04/

Active Server Pages

Filed under: News — intics @ 9:38 am
ASP atau Active Server Pages adalah produk server-side scripting yang ikeluarkan oleh Microsoft Corporation. Terdapat beberapa perbedaan antara ASP
dengan server-side scripting lainnya, diantaranya :

 	- Lisensi, seperti yang diketahui ASP adalah bersifat proprietary.
 	- Distribusi, ASP hanya dapat dijalankan di sistem operasi windows dengan IIS yang terinstall didalamnya, Walaupun dapat dijalankan
          di linux/unix dengan Chilisoft ASP, tidak dapat selancar bila di windows.
	- Penggunaan COM object yang kental, salah satu keunggulan ASP adalah kekayaannya dalam integrasi dengan COM Object dalam kinerjanya.
 	- Dapat berkolaborasi dengan script lainnya, seperti VBScript, JScript, PerlScript, PyhonScript, dan lainnya.
 	- Dominan memakai ADO dalam konektivitas databasenya.

	Dalam perkembangannya, saat ini ASP sudah mengimplementasikan konsep .NET didalamnya. Berikut adalah sejarah singkat dari perkembangan ASP :
 	- ASP version 1.0 (distributed with IIS 3.0) , Desember 1996,
 	- ASP version 2.0 (distributed with IIS 4.0) , September 1997,
 	- ASP version 3.0 (distributed with IIS 5.0) , November 2000,
 	- ASP.NET version 1.0 (part of the Microsoft .NET platform) , Januari 2002
 	- ASP.NET version 1.1 , April 2003
 	- ASP.NET version 2.0 , November 7 2005)

 	Pada artikel ini akan dijelaskan bagaimana membuat dan mengimplementasikan ActiveX DLL di halaman ASP. Mengapa menggunakan ActiveX DLL? Karena komponen tersebut
dapat diubah dan dibuat dengan mudah, tentunya jika diimbangi dengan pengetahuan pemograman
yang baik. Secara umumnya, pengaksesan komponen ActiveX DLL dari script ASP adalah :

 | set obj = Server.createobject(object/file_name.classname)

	Objectname adalah nama object/file yang sudah teregistrasi di windows sebelumnya, dan classname adalah nama class dari object tersebut. Sedangkan untuk pengaksesan fungsi
atau method yang ada di object tersebut adalah :

 | obj.methodname(param)

 	Param adalah parameter masukan untuk fungsi. 

[ How to build ]

	Dalam membuat komponen ActiveX untuk ASP perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
 	- Privilege atau hak akses. Jika komponen ActiveX perlu menjalankan suatu program,  menghapus/membuat file dan kegiatan akses sistem lainnya, perlu konfigurasi
          privilege yang baik. Karena jika tidak maka akan terjadi penolakan hak akses dari sistem operasi.
 	- Run-time, pada saat eksekusi komponen ActiveX maka komponen tersebut akan diload oleh IIS Worker Process atau w3wp.exe. Maka bila terjadi kesalahan atau kondisi
	  dimana komponen tidak respon, diperlukan penanganan seperti merestart service IIS guna membuka handle ke file ActiveX DLL tsb.
 	- Registrasi komponen, registrasi komponen dengan menggunakan tools regsvr32.exe
 	  diperlukan agar IIS dapat mengetahui komponen yang akan dijalankannya. Registrasi \ dapat dilakukan dengan cara mengetikkan : regsvr32.exe [path/nama DLL] pada
	  kotak Run dan untuk unregister komponen dengan cara : regsvr32.exe /u [path/nama DLL].

	Selanjutnya kita akan membuat contoh komponen ActiveX yang sederhana dengan bahasa emograman Visual Basic 6.0. Untuk memilih pembuatan ActiveX, dapat dilakukan dengan cara
memilih jenis projek pada jendela pilihan projek. Pilihlah projek New ActiveX DLL. Maka akan tersaji 1 buah class kosong yang siap digunakan. Perlu diketahui bahwa pengaturan
properties class Instancing harus diset ke nilai 5 atau MultiUse. Berikut adalah contoh fungsi yang akan mengembalikan nilai perhitungan aritmatika :

------------------ START COPy FROM HERE ------------------
 |
 | Public Function hitung(ByRef x As Integer, ByRef y As Integer) As Integer
 |  hitung = (x + y) * 2
 | End Function
 |
------------------ STOP COPy FROM HERE ------------------

	Lalu simpanlah projek dengan nama coba.vbp dan nama class dengan nama hitung1.cls.
Lalu buatlah komponen ActiveX dari projek tersebut dengan memilih menu File -> Make Coba.dll
dari toolbar. Registrasi komponen tersebut dengan command dari kotak Run : Regsvr32.exe coba.dll.
Buatlah file ASP berikut ini :

------------------ START COPy FROM HERE ------------------
 |
 | <%
 |   dim hasil
 |   set obj = Server.createobject("coba.hitung1")
 |   hasil = obj.hitung(1,2)
 |   Response.Write hasil
 | %>
 |
------------------ STOP COPy FROM HERE ------------------

	Lalu jalankanlah dari browser anda, maka akan terlihat bahwa tercetak angka "6"
dari hasil perhitungan fungsi hitung. Memang terlihat masih sangat sederhana, tetapi
komponen ActiveX dapat dibuat dan digunakan untuk keperluan yang sangat banyak, Seperti
perhitungan matematis yang rumit, prosedur Pengecekan Anti-Virus, mengirimkan email
secara otomatis, dan lain sebagainya. Disamping kemudahan menggunakan komponen ActiveX dalam ASP,
juga terdapat kekurangannya yaitu pemanggilan fungsi/method dari object diperlukan waktu
yang lama.Bahkan untuk membuat object itu sendiri juga diperlukan waktu yang lama. 

	Berikut adalah tabel perbandingan antara waktu eksekusi VBS, JS dan VB :

Time taken by same code in VB/VBS/JS.	

--------------------------------------------------------------------------------------------------------
 VB Code 	 			VBS Time [mics] 	 JS Time [mics]  	 VB5 Time [mics]
---------------------------------------------+-------+----------+--------------+--------+--------------+
 Application("A2"), 0items 	  		35 	 		54 	 		 7
 Application("A4"), 1000items 	  		42 	 		65 		 	15
 request.querystring 	 	 		124 	  					 8
 request.querystring("A") 	 		176 	 	       161 	 		47
 request.querystring.Item("A") 	 		210 	 	       205 	 		47
 request.servervariables("HTTP_REFERER") 	177 	 	       175 	 		55
 request.ServerVariables("REMOTE_ADDR") 	205 	 	       175 	 		74
 request.servervariables("X") 	 		224 	 	       226 	 		95
 request.servervariables("HTTP_COOKIE") 	318 	  	 			       109
 request.cookies("AAA") 	 		165 	 	       160 	 		47
 request.totalbytes 	 			 61 	 	        61 	 		 3
 A = X & "AAAA" 	 			4.6 	  	 				 1.7
 A = "" & Now() 	 			40.7 	  	 				29.3
 D = Now 	 				10.8 	  	 				 9.8
 A = FormatNumber(5.5,2) 	 		17.6
 A = Format(5.5, "0.00") 	  	  	 						52.4
 A = Left(X,2) 	 				 5.8 	  	 				 1.7
 D = InStr(X, "bb") 				 4.4 	  	 				 1.4
 Call sub 	 				 7.4 	  	 				 1.4
 CreateObject("ADODB.Connection") 	 	1110 	  	 				471
 CreateObject("ADODB.Recordset") 	 	 751 	  	 				 83
 CreateObject("Scripting.Dictionary") 	 	 590 	  	 				257
 CreateObject("Scripting.FileSystemObject") 	 350 	  	 				 27
---------------------------------------------------------------------------------------------------------

	Penggunaan memory juga mempengaruhi kinerja dari ASP. ASP mempunyai karakteristik
menyimpan file include di dalam memory setiap dipanggil. Jadi bila Terdapat banyak file
include, maka akan membebani sistem itu sendiri. Contohnya bila terdapat 100 kB file include
dan tiap byte dari file tersbut memakan 3 byte di memory dan file tersbut di include
ke dalam 100 file ASP, maka 100 * 3 * 100 = 30 MB jumlah memory yang digunakan.Sedangkan
pada penggunaan komponen ActiveX pada ASP akan sedikit menguntungkan, karena komponen
akan terus di memory begitu ia diload atau di eksekusi hingga di bebaskan kembali oleh IIS. 

[ Penutup ]

	Penggunaan komponen ActiveX di halaman ASP sangat mudah dibuat dan diimpelemntasikan.
Komponen ActiveX dapat membuat konten web lebih dinamis dan membantu perhitungan matematis
bila diperlukan. Penggunaan komponen ActiveX juga terdapat kelemahannya, seperti pembuatan
dan pemanggilan object yang cukup memakan waktu.

[ Notes ]
	- Penulis TIDAK bertanggung jawab atas penggunaan maupun penyalahgunaan dari artikel ini.
	- Tujuan dibuat artikel HANYA untuk BAHAN PEMBELAJARAN saja.
        - Penggunaan nama, merek, atau logo hanya sebagai CONTOH dan REFERENSI saja, TIDAK ada maksud
          mempromosikan pihak tertentu.
        - Penulis mohon maaf apabila seluruh/sebagian dari isi artikel ini sudah tersirat dalam
          artikel sejenis lainnya.

[Referensi]

 	[1] http://en.wikipedia.org/wiki/Active_Server_Pages
 	[2] http://www.motobit.com/tips/detpg_DLLinclude/
 	[3] http://www.planet-source-code.com/
 	[4] http://support.microsoft.com/kb/249873
 	[5] http://www.google.co.id/

PEDOMAN LOMBA KARYA TULIS MAHASISWA (LKTM)

Filed under: Uncategorized — intics @ 8:55 am

1.  Definisi / Pengertian
Karya tulis mahasiswa merupakan tulisan berisi ide kreatif dan orisinil yang
disusun secara komprehensif berdasarkan data akurat (terpercaya), dianalisa
secara runtut, tajam dan diakhiri dengan kesimpulan serta saran-saran /
rekomendasi. Karya tulis mahasiswa dimaksud bukan merupakan laporan hasil
penelitian.

2.  Bidang Ilmu yang dilombakan
Bidang yang dilombakan dalam Lomba Karya Tulis Mahasiswa ini meliputi tiga
bidang, yaitu : (a) Bidang ilmu pengetahuan alam / IPA ; (b) Bidang ilmu
pengetahuan sosial / IPS ; (c) Bidang pendidikan. Bidang lomba dapat diikuti
oleh setiap mahasiswa dan tidak dibatasi oleh bidang ilmu yang ditekuninya.

3.  Persyaratan Peserta
a.  Peserta Lomba Karya Tulis adalah mahasiswa perguruan tinggi negeri dan
swasta di Jawa Timur yang sedang mengikuti program Diploma atau S1
b.  Peserta bersifat kelompok yang terdiri dari 2 (dua) orang
c.  Anggota peserta kelompok dapat berasal dari berbagai disiplin ilmu
d.  Peserta belum pernah mempresentasikan karya tulis yang sama pada lomba
karya tulis lainnya
e.  Bagi peserta yang masuk nominasi 10 besar diwajibkan mempresentasikan
karya tulisnya di hadapan Dewan Juri

4.  Proses Seleksi
Seleksi terhadap karya tulis peserta yang dipandang memenuhi syarat untuk
mengikuti tahap nominasi oleh Dewan Juri dilakukan oleh masing-masing
perguruan tinggi dengan menunjuk Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan di
masing-masing  fakultas sebagai pelaksana teknik. Karya Tulis yang memenuhi
syarat untuk masuk nominasi tersebut disampaikan kepada Panitia Lomba LKTM
tentang pelayanan publik di Jawa Timur Jl. Pahlawan 110 Surabaya Telp. (031)
3550949 selambat-lambatnya tanggal 17 Nopember 2006

5.  Tema dan Topik
Materi tulisan mengacu pada satu tema, yaitu : ”Penyelenggaraan Pelayanan
Publik yang Prima menuju Peningkatan Daya Saing Daerah dalam Pelaksanaan
Otonomi Daerah”. Topik tulisan disesuaikan dengan bidang ilmu yang
dilombakan.

6.  Sifat dan isi Tulisan
Sifat dan isi tulisan harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
1.1  Kreatif dan Objektif
a.  Tulisan berisi gagasan yang kreatif untuk mensolusikan permasalahan
dalam penyelenggaraan pelayanan publik di Jawa Timur yang
merupakan hasil pemikiran secara divergen atau pemikiran yang
terbuka.
b.  Tulisan tidak bersifat emosional atau tidak menonjolkan permasalahan
subjektif
c.  Tulisan didukung oleh data dan/atau informasi terpercaya
d.  Bersifat asli (bukan karya jiplakan) dan menjauhi duplikasi

1.2  Logis dan Sistematis
a.  Tiap langkah penulisan dirancang secara sistematis dan runtut
b.  Pada dasarnya karya tulis ilmiah memuat unsur-unsur identifikasi
masalah, analisis-sintesis, kesimpulan dan memuat saran-saran
dan/atau rekomendasi
1.3  Isi tulisan berdasarkan telah pustaka dan hasil pengamatan dan atau
interview, tetapi bukan hasil penelitian
1.4  Materi karya tulis tidak harus sejalan dengan bidang ilmu yang sedang
ditekuni para penulis / mahasiswa
1.5  Materi karya tulis merupakan isu mutakhir (current issues) atau aktual
1.6  Setiap kegiatan penulisan perlu mendapat bimbingan dari seorang dosen
secara intensif

2.  Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan hendaknya berisi rancangan yang teratur dan lazim
digunakan dalam karya tulis ilmiah antara lain sebagai berikut :
2.1  Bagian awal, yang terdiri dari Halaman Judul yang dilengkapi dengan
nama penulis dan nomor induk mahasiswa dan pengesahan yang
ditandatangani oleh dosen pembimbing dan pimipinan perguruan tinggi
atau yang mewakili lengkap dengan stempel perguruan tinggi dan diberi
tanggal sesuai tanggal pengesahan; Kata Pengantar dari penulis; dan
Abstraksi
2.2  Bagian inti, yang terdiri dari Pendahuluan, Kerangka Pikir, Pembahasan
(yang dibagi dalam sub-sub bahasan), Kesimpulan, Saran-Saran /
Rekomendasi, dan Daftar Pustaka

3.  Tata Naskah
Naskah tulisan minimal 15 halaman dan maksimal 20 halaman, ditulis dengan
huruf Times New Roman font 12 pada kertas ukuran A4 dengan spasi 1,5

Inovasi Piranti Lunak, Bekal Indonesia di Persaingan Global

Filed under: News — intics @ 8:49 am

Jakarta – Microsoft, Senada, dan USAID (United States Agency for International Development) bekerjasama menggelar kompetisi inovasi dalam bidang aplikasi bisnis bagi penduduk Indonesia. Program bernama iMulai itu menjanjikan total hadiah senilai Rp 1 miliar bagi tiga pemenang.

Rinciannya, tersedia hadiah dana pengembangan hingga Rp 220 juta untuk masing-masing pemenang. Kemudian, hadiah berupa teknologi senilai Rp 145 juta yang mencakup perangkat keras dan piranti lunak premium untuk pengembangan software dari Microsoft.

Hadiah tersebut akan diberikan untuk tiga pemenang yang mampu memberikan ide inovasi terbaik. Meski awalnya adalah ide, pemenang harus bisa menyertakan business plan untuk mewujudkannya. Untuk menjadi peserta kompetisi ini bisa dilakukan dengan mendaftarkan diri di situs iMulai.com, kemudian peserta diberi akses untuk mengunduh dokumen proposal teknis dan rencana keuangan untuk dijadikan acuan business plan yang akan diajukan.

Tony Chen, Presiden Direktur Microsoft Indonesia, berharap program ini mampu merangsang tumbuhnya inovasi piranti lunak lokal. Hal itu, paparnya, akan membantu naiknya peringkat Indonesia dalam hal kemampuan bersaing industri teknologi informasi.

Saat ini, papar Tony, Indonesia menduduki posisi ke 57 dari 64 negara dalam hal kemampuan bersaing industri teknologi informasi. Data itu merupakan hasil survei The Economist Intelligent Unit untuk tahun 2007.

Menurut Tony, salah satu cara yang bisa ditempuh untuk meningkatkan peringkat Indonesia adalah dengan memupuk inovasi di bidang piranti lunak. Hal itu yang ingin didorong Microsoft dan USAID melalui iMulai.

Tony juga memaparkan fakta yang diungkapkan kalangan akademisi bahwa 65 persen lulusan terbaik teknologi informasi di Indonesia memilih bekerja di luar negeri. Hal ini, ujarnya, menunjukkan masih kurangnya lapangan kerja di dalam negeri yang bisa menampung mereka.

“Ini juga berarti, lulusan Indonesia tidak memiliki kualitas yang rendah namun justru memiliki kualitas yang cukup baik sehingga dilirik oleh perusahaan di luar negeri,” ia menambahkan.

Program iMulai ini diharapkan mampu menumbuhkan industri di dalam negeri, bukan hanya piranti lunak tapi juga industri lainnya. “Kami mengharapkan munculnya solusi inovasi dan aplikasi yang mampu menunjukkan keragaman budaya di Indonesia. Ini akan membuktikan bahwa Indonesia bisa bersaing dengan India, Singapura, dan negara-negara lainnya,” tutur Robert Cunnane, Deputy Mission Director USAID untuk Indonesia.

Cunnane mengatakan para pemenang seharusnya bisa meniru jejak Microsoft menjadi perusahaan piranti lunak besar. “Microsoft pun dimulai dari perusahaan yang sangat kecil, tapi kini sudah mendunia,” paparnya.

Farid Ma’aruf, Senior Industry Advisor Senada, mengatakan pemenang yang diharapkan adalah yang mampu memberi dampak pada industri. “Apakah itu bisnis yang sudah stabil, asalkan inovasinya mampu memberi efek domino pada industri, itu yang kami harapkan,” ujar Farid.

Senada adalah organisasi yang didanai oleh USAID untuk menjalankan program meningkatkan daya saing industri di Indonesia. Nantinya, setiap peserta iMulai juga akan mendapatkan pelatihan dan workshop untuk meningkatkan daya saing mereka.

Saat ini, ujar Tony, Microsoft memiliki program merangkul pengembang piranti lunak lokal (Independent Software Vendor/ISV) yang bertajuk Bina ISV. Kurang lebih 30 produk mitra Bina ISV telah dipasarkan melalui kerjasama tersebut.

Nantinya, pemenang iMulai juga akan mendapatkan kesempatan memasarkan produknya melalui jalur yang telah dimiliki Microsoft. Selain itu, pihak Senada akan mengawasi pelaksanaan business plan yang telah diajukan.

Microsoft juga memiliki program bertajuk Innovate On bagi mitra ISV-nya. Portal Innovate On memberikan kemudahan bagi mitra ISV dalam bentuk panduan step by step yang sederhana yang bisa dimanfaatkan untuk mempercepat pengembangan piranti lunak.

Program lainnya adalah ISV Empower yang membantu mitra ISV memperkecil biaya pengembangan dan mempercepat produknya dipasarkan. Program ini merupakan Microsoft Partner Program untuk Registered Member dan tidak berlaku bagi Certified Partner dan Gold Partner.

Kemudian, ada program lain bertajuk Student to Business (S2B) yang berfungsi layaknya jembatan antara pihak bisnis dengan pelajar atau mahasiswa. Selain itu ada Imagine Cup, yang diadakan setiap tahun, sebagai kompetisi piranti lunak antar mahasiswa sedunia.

Tony mengatakan sejauh ini partisipasi Indonesia dalam Imagine Cup masih terbilang kecil dengan kisaran peserta pada 500-an orang. Ia berharap nantinya peserta dari Indonesia bisa mencapai 5.000-an orang. Meskipun diakuinya angka itu masih kecil dibandingkan negara lain seperti Brazil yang tahun 2007 mengirimkan 35.000-an peserta Imagine Cup.

Program inovasi lainnya dari Microsoft adalah Microsoft Innovation Center (MIC). Program ini berupa pusat teknologi Microsoft yang digelar di Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, dan Universitas Gajah Mada Yogyakarta

diambil dari Tim – detikinet

http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/11/tgl/17/time/100715/idnews/853839/idkanal/319

Ancaman Sosial Pengangguran Intelektual

Filed under: Uncategorized — intics @ 8:42 am

Dalam kurun waktu setahun kita akan mendapati ribuan bahkan ratusan ribu mahasiswa yang lulus dari Perguruan Tinggi. Lulus dengan predikat sarjana tentunya membawa harapan tersendiri bagi masa depan yang lebih cerah. Namun, ekspektasi para mahasiswa setelah wisuda bergelar sarjana akan bertolak belakang dengan realitas pengangguran dinegara ini.

 Berdasarkan hasil survei angkatan kerja nasional, Februari 2007 tercatat, jumlah pengangguran di Tanah Air telah mencapai 10,55 juta orang, atau sekitar 9,75 persen. Jika dilihat menurut pendidikan, sebanyak 740.206 orang, atau sekitar 7,02 persen termasuk kategori pengangguran intelektual.Sebuah fenomena sosial yang tentu jauh dari harapan orang tua. Bila anaknya, setelah menghabiskan biaya besar untuk kuliah hanya akan menjadi pengangguran.

 Melihat realitas ketidaksesuaian proporsi “out put” mahasiswa dari institusi Perguruan Tinggi dengan banyaknya lapangan kerja yang tersedia. Kita bisa membayangkan kondisi yang akan terjadi apabila pengangguran terdidik dari Fakultas Teknik yang ahli komputer bersedia diajak untuk membobol sistem perbankan, mengacaukan sistem penerbangan, dan merusak pertahanan Negara.

 Juga tidak terbayang, apabila pengangguran yang berasal dari Fakultas kedokteran menerima tawaran untuk memproduksi pil palsu untuk dijual bebas pada masyarakat. Kita juga dapat membayangkan bagaimana kualitas lulusan yang mendapatkan skripsi dari “membeli” kepada mereka yang telah lulus, tetapi belum mendapatkan pekerjaan. Lebih parah lagi jika penganggur intelektual yang mampu merakit bom mendapat tawaran dari “teroris”, hanya karena desakan ekonomi demi memenuhi kebutuhan hidup. Kekacaun demi kekacauan, tentunya kesimpulan yang akan kita peroleh.

 Bahkan menurut Yudi Latif dalam buku berjudul Intelegensi Muslim dan Kuasa (2005 : 588) ancaman pengangguran dari kaum terdidik akan lebih berbahaya yang berasal dari perguruan tinggi swasta non-elit. Sebab, selain mereka mengeluarkan biaya lebih banyak daripada mahasiswa di universitas negeri, namun para lulusannya cenderung termarginalkan di pasar kerja. Padahal, secara melek politik mereka lebih sadar, tetapi tersisihkan secara ekonomi. Ketimpangan yang diterima pengangguran intelektual ini merupakan bom waktu munculnya kerusuhan-kerusuhan politik di masa depan.

 Maka, seiring dengan laju perkembangan zaman, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta realitas pengangguran yang berasal dari perguruan tinggi. Perubahan dan perbaikan konsep pendidikan merupakan sebuah keniscayaan bagi lembaga pendidikan tinggi. Tidak terkecuali yang berstatus negeri maupun swasta, perubahan dan perbaikan kualitas pendidikan menjadi tolak ukur agar perguruan tinggi tetap diminati para calon mahasiswa.

 Menghadapi perubahan zaman sudah barang tentu apabila konsep dan orientasi pendidikan tinggi juga harus mampu menyesuaikan dengan realitas yang ada. Tawaran konsep akan tercermin dari cara-cara perekrutan calon mahasiswa, model pengajaran dan pendidikan hingga kualitas lulusan yang terserap dalam dunia kerja. Dalam zaman modern seperti ini, sinergi ketiga hal tersebut akan membuat perguruan tinggi dengan sendirinya dicari para calon mahasiswa, tidak perduli swasta ataupun negeri.

 Sudah seharunya apabila lulusan dari universitas mampu memberikan nilai tambah bagi pembangunan nasional. Dengan bekal keilmuan yang diperoleh dari bangku kuliah mestinya mereka dapat menjadi solusi dari kejumudan bangsa. Bukannya, menjadi beban bagi bangsa. Membalikkan kondisi saat ini, memang bukan pekerjaan semudah membalikkan telapak tangan. Perguruan Tinggi  tentu mempunyai tanggung jawab besar, tetapi sepantasnya beban itu harus ditanggung Perguruan Tinggi. Pemerintah sebagai regulator pendidikan tentu juga harus berupaya menemukan solusi bagi para pengangguran intelektual ini. Dan yang tak kalah penting, adalah peran pengusaha dan perusahaan sebagai penampung lulusan.

 Oleh karena itu, bagaimana kualitas lulusan yang harus dihasilkan perguruan tinggi dan bagaimana peran serta pemerintah dan pengusaha untuk meminimalisir banyaknya jumlah pengangguran intelektual ingin penulis hadirkan dalam tulisan ini.

 Menurut penulis ada lima hal yang perlu diperhatikan menyangkut produk akhir mahasiswa dari Perguruan Tinggi. Pertama, Perguruan Tinggi harus mampu menciptakan sistem pendidikan dan pengajaran yang mengkondisikan mahasiswa untuk cepat lulus tanpa kehilangan makna mencari dan mendapatkan ilmu pengetahuan. Cepat lulus berarti mahasiswa mampu memiliki kemampuan dan pemahaman yang benar tentang bidang keilmuanya yang diminatinya.

 Kedua, Perguruan Tinggi harus mampu membuat mahasiswa yang lulus mempunyai IPK yang tinggi. IPK tinggi tentu juga bukan rekayasa dan pemberian kemudahan nilai bagi mahasiswa. IPK menunjukkan tingkat pengetahuan  dan penguasaan keilmuan seorang mahasiswa. Sebab, IPK tinggi juga merupakan syarat mutlak bagi mahasiswa yang lulus.

 Ketika, Masa tunggu mahasiswa setelah lulus yang sedikit untuk mendapatkan pekerjaan. Atau bahkan, dimungkinkan untuk menelorkan konsep lulus langsung dapat kerja. Ini perlu dipikirkan untuk mengurangi banyaknya pengangguran intelektual dari kalangan sarjana. Keempat, mahasiswa yang telah lulus dari perguruan tinggi harus mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bidang keilmuan yang dipelajari dan digeluti selama menjadi mahasiswa. Sebab, selama ini sudah banyak sekali mahasiswa yang mendapat pekerjaan tetapi tidak sesuai dengan bidang keilmuannya.

Kelima, bagaimana lulusan selain mendapatkan pekerjaan yang  sesuai tetapi juga mendapatkan gaji pertama yang tinggi. Untuk itu, perlu dikembangkan keterampilan mahasiswa dalam kemampuan dan keterampilan berbahasa, negoisasi, komunikasi dan berorganisasi.

Diluar itu, hal yang sangat penting untuk dijalankan. Perguruan Tinggi harus mampu mengembangkan jaringan dengan perusahaan dalam hal membangun keterkaitan dan kesepadanan antara kebutuhan pasar kerja dan lulusan yang siap kerja. Dalam hal ini, intervensi pemerintah dengan kebijakan tentu adalah jalan terbaik. Artinya, dalam membangun keterkaitan dan kesepadanan dalam dunia kerja, peran pemerintah adalah sebagai mediator bertemunya Perguruan Tinggi dengan perusahaan.

Oleh Ahan S.A, Penulis adalah Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang

No telp 08883327019

 

 

PHOTOSHOP TUTORIAL

Filed under: Design — intics @ 8:30 am

Wrapping a texture around an object
This tutorial proposes a method for giving the illusion that a texture has been wrapped around an object; of course it is not perfect and only works in somecases, I remain open to any suggestions…
Still, I find it gives interesting results ! (see examples on the right of this page)
The trick is simple : create a good grayscale channel, apply the Displace and the Lighting Effects filters, and tweak the result a little bit…
You will need two images : the texture, preferrably tileable, and an object to wrap it around (possibly much smaller than the texture).
Step 1 : Creating the grayscale image
The best way to do this is to get a picture, change its mode to gray scale, clean it up by removing
all unnecessary details, then apply the Gaussian Blur filter to soften the edges (here with a radius of 7 for a 500*500 pixels image).
One thing to take care of : check that the white and black zones are pure white and black, without too much noise.
Also remember that it is possible to add a channel to another by using the Image>Calculations command or the Copy / Paste commands (used here to add one hand after another to the original channel with the face).
When you are done, use the Image>Adjust>Levels command to have whiter and blacker areas, call your channel “Alpha 1” , and copy / paste its contents to a new image. Flatten, save and close that image, it will be used as the displacement map. Also add Alpha 1 to your texture image’s channels – you can do this simply by drag-and-dropping it from one image to another .

Step 2 : Using the filters
The filters are to be used on your texture image, which should have the same size as your grayscale
channel. The first filter to use is the Displace filter found under your Distort submenu, using the following settings : about 20 % both for horizontal and vertical scales, Undefined Areas set to “wrap around” (that is
why it is best to use a tileable texture) ; whether it is set to “stretch to fit” or “tiled” does not matter since both the texture and the displacement maps have the same size. When asked for the displacement map to use, load the one you have created at the end of Step 1.You should only see a slight distortion in your image by now ; with your texture layer still selected, fire up the Lighting Effects filter found under your Render submenu, and use the following settings (but other settings can give great results too): Light Type Omni, Intensity 100, Gloss 100, Material -50, Exposure -80, Ambience 100, “White is High” checked, Height 100, both colors set to white, the circle larger than the image, with its centre at the centre of the image, and as alpha channel, load the one you created in Step 1.
You now have something looking quite good…
Step 3 : Enhancing the Result
There are a number of tricks to make your image look more impressive :
- using the original image as an overlay, with opacity around 50% ;
- duplicating the textured layer , with the top one set to Soft Light and the bottom one slightly scaled up ;
- this method works best with detailed textures, especially ones with horizontal and / or vertical lines ;
- the use of the Displace filter adds more realism than with just the Lighting Effects ;
- take care of the preview window in the Lighting Effects filter , it has a tendency to be misleading ;
- you can vary the effect of the Lighting Effects filter by applying it several times instead of once, and by using the Filter>Fade Lighting Effects command just after applying it. :-)

HASIL DISKUSI MAHASISWA PESERTA PELATIHAN KEPEMIMPINAN MAHASISWA TINGKAT NASIONAL UMM-INN 2007

Filed under: News — intics @ 8:22 am

Mengusulkan kepada Dinas Pendidikan Tinggi untuk:

Memberikan sumbangsih dalam bentuk konkret dalam usaha menumbuhkembangkan minat mahasiswa untuk menggeluti dunia organisasi kemahasiswaan intra kampus. Sumbangsih tersebut yaitu berupa:

1. Pemberian bantuan anggaran untuk pengadaan fasilitas – fasilitas pendukung organisasi dan Konselor/Pembimbing Aktivis/Konsultan untuk mengatasi intrik intrik dalam dunia organisasi yang dapat menghambat komitmen mahasiswa untuk bergerak dan berjuang sepenuh hati demi perbaikan bangsa dan negara Indonesia

2. Mengadakan Pelatihan Kader Bangsa dari, untuk dan oleh mahasiswa guna melatih insan muda pejuang kesejahteraan rakyat yang idealis namun tetap logis dan realistis dalam menganalisis permasalahan bangsa.

3. Mendukung masuknya kembali organisasi ekstra mahasiswa dalam kampus demi melatih pendewasaan pemikiran dan pergerakan kader – kader organisasi mahasiswa intra kampus

4. Menyelenggarakan pelatihan dan seminar tentang Organisasi Mahasiswa untuk menarik minat mahasiswa baru agar berpartisipasi dalam dunia Organisasi Mahasiswa

5. Membuat Sistematika mengenai kegiatan – kegiatan yang mendukung tumbuhnya prestise bagi nahasiswa yang hidup dalam Organisasi Kemahasiswaan

6. Mengadakan Pendidikan dan Pelatihan untuk siswa yang akan segera beralih ke mahasiswa agar memahami tentang pentingnya berkecimpung dalam dunia organisasi guna melatih softskill yang sangat dibutuhkan di masa depan. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan semangat mereka untuk terus belajar mengembangkan diri melalui kegiatan – kegiatan organisasi kemahasiswaan disamping kegiatan – kegiatan perkuliahan.

7. Bersama Mahasiswa memformulasikan metode yang legal dan tepat untuk memperkenalkan dunia kehidupan kampus, mewacanakan isu – isu lokal dan pendewasaan dini kepada mahasiswa baru dalam Masa Pengenalan Akademik Mahasiswa sebagai kegiatan pengganti Ospek

8. Menyelenggarakan pembinaan keorganisasian ke sekolah – sekolah menengah atas guna mengembangkan minat berorganisasi siswa

9. Mencanangkan dan melegalkan Program Wajib Berorganisasi bagi mahasiswa universitas dan Perguruan Tinggi yang ada di seluruh Indonesia

10. Menyelenggarakan kegiatan – kegiatan ynag tidak hanya melatih manajerial tetapi juga mengembangkan potensi akademis dan minat bakat mahasiswa dalam bentuk kegiatan – kegiatan ilmiah dalam bidang seni dan olahraga

11. Bersama mahasiswa merumuskan dan menetapkan Pola Pengkaderan guna mempersiapkan mahasiswa ke dalam jenjang organisasi di tingkat jurusan, fakultas dan universitas

Older Posts »

Blog at WordPress.com.